Pemahaman bisa masuk,
hanya ada sedikit permasalahan pada saat mengerjakan soal karena variasi soal
yang beragam. Supaya lebih tajam lagi, saya perlu sajikan satu topik
khusus teknik mengerjakan soal-soal subnetting dengan berbagai pola yang ada.
Anggap saja ini adalah materi berikutnya dari dua materi sebelumnya. Contoh-contoh
soal lengkap bisa download dari sini.
1. SOAL MENANYAKAN SUBNETMASK DENGAN
PERSYARATAN JUMLAH HOST ATAU SUBNET
Soal yang menanyakan subnetmask apa yang sebaiknya digunakan
dengan batasan jumlah host atau subnet yang ditentukan dalam soal. Untuk
menjawab soal seperti ini kita gunakan rumus menghitung jumlah host per subnet,
yaitu 2y – 2, dimana y adalah
banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnetmask. Dan apabila yang ditentukan
adalah jumlah subnet, kita menggunakan rumus 2x (cara setelah 2005) atau 2x – 2 (cara sebelum
2005), dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnetmask.
·
Soal: A company is
planning to subnet its network for a maximum of 27 hosts. Which subnetmask
would provide the needed hosts and leave the fewest unused addresses in each
subnet?
Jawab: Karena kebutuhan host adalah 27, kita tinggal masukkan ke rumus 2y – 2, dimana jawabannya tidak boleh kurang dari (atau sama dengan) 27. Jadi 2y – 2 >= 27, sehingga nilai y yang tepat adalah 5 (30 host). Sekali lagi karena y adalah banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnetmask, maka kalau kita susun subnetmasknya menjadi 11111111.11111111.11111111.11100000 atau kalau kita desimalkan menjadi 255.255.255.224. Itulah jawabannya
Jawab: Karena kebutuhan host adalah 27, kita tinggal masukkan ke rumus 2y – 2, dimana jawabannya tidak boleh kurang dari (atau sama dengan) 27. Jadi 2y – 2 >= 27, sehingga nilai y yang tepat adalah 5 (30 host). Sekali lagi karena y adalah banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnetmask, maka kalau kita susun subnetmasknya menjadi 11111111.11111111.11111111.11100000 atau kalau kita desimalkan menjadi 255.255.255.224. Itulah jawabannya
·
Soal: You have a Class B
network ID and need about 450 IP addresses per subnet. What is the best mask
for this network?
Jawab: 2y – 2 >= 450. Nilai y yang tepat adalah 9 (510 host). Jadi subnetmasknya adalah: 11111111.11111111.11111110.00000000 atau kalau didesimalkan menjadi 255.255.254.0 (itulah jawabannya! ;)).
Jawab: 2y – 2 >= 450. Nilai y yang tepat adalah 9 (510 host). Jadi subnetmasknya adalah: 11111111.11111111.11111110.00000000 atau kalau didesimalkan menjadi 255.255.254.0 (itulah jawabannya! ;)).
·
Soal: Refer to the exhibit. The internetwork in
the exhibit has been assigned the IP address 172.20.0.0. What would be the
appropriate subnet mask to maximize the number of networks available for future
growth?
Jawab: Cari jumlah host per subnet yang paling besar, jadikan itu rujukan karena kalau kita ambil terkecil ada kemungkinan kebutuhan host yang lebih besar tidak tercukupi. Jadi untuk soal ini 2y – 2 >= 850. Nilai y yang paling tepat adalah 10 (1022 host). Jadi subnetmasknya adalah 11111111.11111111.11111100.00000000atau 255.255.252.0
Jawab: Cari jumlah host per subnet yang paling besar, jadikan itu rujukan karena kalau kita ambil terkecil ada kemungkinan kebutuhan host yang lebih besar tidak tercukupi. Jadi untuk soal ini 2y – 2 >= 850. Nilai y yang paling tepat adalah 10 (1022 host). Jadi subnetmasknya adalah 11111111.11111111.11111100.00000000atau 255.255.252.0
2. SOAL MENGIDENTIFIKASI JENIS ALAMAT IP
Soal mengidentifikasi jenis alamat IP bisa kita jawab dengan
menghitung blok subnet dan mencari kelipatannya blok subnet yang paling dekat
dengan alamat IP yang ditanyakan.
·
Soal: Which type of
address is 223.168.17.167/29?
Jawab: Subnetmask dengan CIDR /29 artinya 255.255.255. 248. Blok subnet= 256-248 = 8, alias urutan subnetnya adalah kelipatan 8 yaitu 0, 8, 16, 24, 32, …, 248. Tidak perlu mencari semu subnet (kelipatan blok subnet), yang penting kita cek kelipatan 8 yang paling dekat dengan 167 (sesuai soal), yaitu 160 dan 168. Kalau kita susun seperti yang dulu kita lakukan di penghitungan subnetting adalah seperti di bawah. Dari situ ketahuan bahwa 223.168.17.167 adalah alamat broadcast.
Jawab: Subnetmask dengan CIDR /29 artinya 255.255.255. 248. Blok subnet= 256-248 = 8, alias urutan subnetnya adalah kelipatan 8 yaitu 0, 8, 16, 24, 32, …, 248. Tidak perlu mencari semu subnet (kelipatan blok subnet), yang penting kita cek kelipatan 8 yang paling dekat dengan 167 (sesuai soal), yaitu 160 dan 168. Kalau kita susun seperti yang dulu kita lakukan di penghitungan subnetting adalah seperti di bawah. Dari situ ketahuan bahwa 223.168.17.167 adalah alamat broadcast.
Subnet
|
…
|
223.168.17.160
|
223.168.17.168
|
…
|
Host Pertama
|
…
|
223.168.17.161
|
223.168.17.169
|
…
|
Host Terakhir
|
…
|
223.168.17.166
|
223.168.17.174
|
…
|
Broadcast
|
…
|
223.168.17.167
|
223.168.17.175
|
…
|
3. SOAL MENGIDENTIFIKASI KESALAHAN SETTING
JARINGAN
Teknik mengerjakan soal yang berhubungan dengan kesalahan
setting jaringan adalah kita harus menganalisa alamat IP, gateway dan
netmasknya apakah sudah bener. Sudah benar ini artinya:
1.
Apakah subnetmask yang
digunakan di host dan di router sudah sama
2.
Apakah alamat IP
tersebut masuk diantara host pertama dan terakhir. Perlu dicatat bahwa alamat
subnet dan broadcast tidak bisa digunakan untuk alamat IP host
3.
Biasanya alamat host
pertama digunakan untuk alamat IP di router untuk subnet tersebut
·
Soal: Host A is connected to the LAN, but it
cannot connect to the Internet. The host configuration is shown in the exhibit.
What are the two problems with this configuration?
Jawab: CIDR /27 artinya netmask yang digunakan adalah
255.255.255.224. Dari sini kita tahu bahwa isian netmask di host adalah
berbeda, jadi salah setting di netmask. Yang kedua blok subnet = 256-224 = 32,
jadi subnetnya adalah kelipatan 32 (0, 32, 64, 86, 128,
…, 224). Artinya di bawah Router 1, masuk di subnet 198.18.166.32. Alamat
gateway sudah benar, karena biasa digunakan alamat host pertama. Hanya alamat
IP hostnya salah karena 198.18.166.65 masuk di alamat subnet 198.18.166.64 dan bukan 198.18.166.32.
4. SOAL MENGIDENTIFIKASI ALAMAT SUBNET DAN
HOST YANG VALID
Termasuk jenis soal yang paling banyak keluar, baik di ujian CCNA akademi (CNAP) atau CCNA 604-801. Teknik mengerjakan soal yang menanyakan alamat subnet dan host yang valid dari suatu subnetmask adalah dimulai dengan mencari blok subnetnya, menyusun alamat subnet, host pertama, host terakhir dan broadcastnya, serta yang terakhir mencocokkan susunan alamat tersebut dengan soal ataupun jawaban yang dipilih.

Termasuk jenis soal yang paling banyak keluar, baik di ujian CCNA akademi (CNAP) atau CCNA 604-801. Teknik mengerjakan soal yang menanyakan alamat subnet dan host yang valid dari suatu subnetmask adalah dimulai dengan mencari blok subnetnya, menyusun alamat subnet, host pertama, host terakhir dan broadcastnya, serta yang terakhir mencocokkan susunan alamat tersebut dengan soal ataupun jawaban yang dipilih.
·
Soal: What is the
subnetwork number of a host with an IP address of 172.16.66.0/21?Jawab: CIDR /21 berarti 255.255.248.0. Blok subnet
= 256- 248 = 8, netmasknya adalah kelipatan 8 (0, 8, 16, 24, 32, 40, 48,
…, 248) dan karena ini adalah alamat IP kelas B, blok subnet kita
“goyang” di oktet ke 3. Tidak perlu kita list semuanya, kita hanya perlu cari kelipatan 8 yang
paling dekat dengan 66 (sesuai dengan soal),
yaitu 64 dan 72. Jadi susunan alamat IP khusus untuk subnet 172.16.64.0 dan
172.16.72.0 adalah seperti di bawah. Jadi pertanyaan bisa dijawab bahwa
172.16.66.0 itu masuk di subnet 172.16.64.0
Subnet
|
…
|
172.16.64.0
|
172.16.72.0
|
…
|
Host Pertama
|
…
|
172.16.64.1
|
172.16.72.1
|
…
|
Host Terakhir
|
…
|
172.16.71.254
|
172.16.79.254
|
…
|
Broadcast
|
…
|
172.16.71.255
|
172.16.79.255
|
…
|
·
Soal: What is the
subnetwork address for a host with the IP address 200.10.5.68/28?Jawab: CIDR /28 berarti 255.255.255.240. Blok
subnet = 256-240 = 16, netmasknya adalah
kelipatan 16 (0, 16, 32, 48, 64, 80 …, 240). Kelipatan 16 yang paling
dekat dengan 68 (sesuai soal) adalah 64dan 80. Jadi alamat IP
200.10.5.68 masuk di alamat subnet 200.10.5.64.
Subnet
|
…
|
200.10.5.64
|
200.10.5.80
|
…
|
Host Pertama
|
…
|
200.10.5.65
|
200.10.5.81
|
…
|
Host Terakhir
|
…
|
200.10.5.78
|
200.10.5.94
|
…
|
Broadcast
|
…
|
200.10.5.79
|
200.10.5.95
|
…
|
5. SOAL-SOAL LAIN YANG UNIK
Selain 4 pola soal diatas, kadang muncul soal yang cukup unik,
sepertinya sulit meskipun sebenarnya mudah. Saya coba sajikan secara bertahap
soal-soal tersebut di sini, sambil saya analisa lagi soal-soal subnetting yang
lain lagi 
·
Soal: Which combination of
network id and subnet mask correctly identifies all IP addresses from
172.16.128.0 through 172.16.159.255?Jawab: Teknik paling mudah mengerjakan soal diatas adalah dengan
menganggap 172.16.128.0 dan 172.16.159.255 adalah satu blok subnet. Jadi kalau kita gambarkan seperti di bawah:
Subnet
|
…
|
172.16.128.0
|
…
|
Host Pertama
|
…
|
…
|
|
Host Terakhir
|
…
|
…
|
|
Broadcast
|
…
|
172.16.159.255
|
…
|
Dari sini berarti kita bisa lihat bahwa alamat
subnet berikutnya pasti
172.16.160.0
, karena rumus alamat broadcast adalah satu alamat
sebelum alamat subnet berikutnya. Nah sekarang jadi ketahuan blok subnetnya
adalah 160-128 =
32
(kelipatan 32), terus otomatis juga ketahuan
subnetmasknya karena rumus blok subnet adalah
256-oktet terakhir netmask
. Artinya subnetmasknya adalah
255.255.224.0
. Kok tahu kalau letak
224
di oktet ketiga? Ya karena yang kita kurangi
(“goyang”) tadi adalah oktet ketiga.
Subnet
|
…
|
172.16.128.0
|
172.16.160.0
|
…
|
Host Pertama
|
…
|
…
|
||
Host Terakhir
|
…
|
…
|
||
Broadcast
|
…
|
172.16.159.255
|
…
|
Masih bingung? Atau malah tambah pusing? Tarik nafas dulu,
istirahat cukup, sholat yang khusuk dan baca lagi artikel ini pelan-pelan
;) Insya Allah akan paham. Amiin …
Posting Komentar